Dari Sebuah Pengalaman
Resital musik merupakan sebuah tingkatan yang bersifat titik puncak dalam musik di dunia akademis, dibandingkan dengan konser musik, Resital lebih dari pada sebuah konser, oleh karena resital merupakan tugas akhir dari mayor dan ini merupakan kegiatan yang bersifat pribadi, khusus dan bahkan sangat istimewah bagi sang resitalis. Sedangkan konser musik ini bersifat umum dan terbuka.
Dalam menghadapi itu di perlukan persiapan dan kesiapan yang matang (materi yang akan dibawakan) dan kesiapan mental. Jika mental anda belum siap maka saya sarankan untuk menunda resital tersebut lalu kemudian menunggu kapan anda telah benar-benar siap.
Yang perlu anda ketahui adalah banwa yang merencanakan, memikirkan, mempersiapkan, dan yang akan konser adalah anda sendiri sebab resital tersebut adalah kegiatan anda.
Untuk suksesnya acara ini anda memerlukan bantuan dari kerabat anda dengan membentuk sebuah panitia atau sebuah tim kerja dalam membantu anda merencanakan dan pelaksanaanya.
Kesemuanya ini bisa berjalan lancar jika anda telah benar-benar siap melaksanakan Resital tersebut, tidak perlu memikirkan seberapa hebat karya yang anda akan bawakan dan meriah apa resital itu, sebab dengan terlalu banyak memikirkan hal itu maka akan timbul keraguan yang mungkin saja bisa membuat masaalah yang awalnya bukanlah sebuah masalah dan akhirnya anda akan stres lalu bagai mana saat konser nantinya?
Persiapkan diri anda jauh sebelumnya (mental dan materi yang akan dibawakan)
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman saya yang telah membantu saya, memberikan dorongan dan pikiran mereka atas terlaksananya resital saya pada agustus 2007, khususnya kepada Toraja IO (kurre sumanga’ sang mane), kepada Yogyakarta Ansambel dan teman-teman lainya ratna, adi, josua dan lain-lainya terima kasih dan mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan saya.
Kesemuanya ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar atas pertolongan Tuhan, terima kasih Tuhan.
-
