Rabu, 11 Juni 2008

Apresiasi Gereja Terhadap Musik dan Pemusik Gereja

Musik dalam gereja seringkali diabaikan dan dianggap sebagai pengiring saja “asal bunyi” khususnya bagi penganut meinstrean (gereja-gereja tua/gereja-gereja suku) sehingga tidak salah jika ada komentar yang muncul secara langsung maupun tidak langsung disimpan dalam hati saja, mungkin sekilas bagi kita tidak ada masalah, namaun yang terjadi justru yang sebaliknya. Ketika keadaan tersebut kita biarkan begitu saja dan berlangsung terus menerus akan muncul pemberontakan dalam hati/pribadi para jemaat atau bahkan menjadi batu sandungan sehingga dapat pula mempengaruhi perkembangan gereja.

Banyak strategi yang telah dibuat para kreator dalam gereja agar jemaat tidak bosan beribadah misalanya membuat ibadah kreatif, liturgi kreatif dll. Cara ini sudah tepat namun ada satu hal yang terlupakan/diabaikan bahwa; bagaimanapun caranya membuat/menyusun liturgi (tata ibadah) yang kreatif, akan tetap seperti itu juga oleh karena urutan-urutan dalam tata (liturgy) ibadah telah dipatetapkan dari sinode masing-masing gereja, sehingga dari permasalahan tersebut diatas, membuat para kreator kewalahan dalam hal menyusun dan membuat liturgy tersebut agar tidak terasa monoton dan membosankan (kesan).

Perlu kita pahami bersama bahwa ada sebuah kekuatan yang bersifat magis dalam musik yang tidak dapat dijelaskan secara teoritis mengenai kekuatan yang bersifat magis tersebut. Banyak artikel-artikel di internet, majalah dan juga buku-buku yang memuat tentang pengaruh musik terhadap kehidupan manusia misalnya musik Mozart dapat mempengaruhi perkembangan otak balita dari usia 2 bulan dalam kandungan samapai tiga tahun, musik digunakan oleh para dokter dan psikolog untuk terapi penyakit, musik bisa membuat orang semangat, menangis, sedih, dan lain-lain sebagainya. Yang menjadi sebuah pertanyaan tidak ada dari satu pun artikel, majalah atau buku tersebut yang dapat menjelaskan secara detail dampak dan pengaruh dibalik musik terhadap manusia. Para ilmuan seperti Aristoteles dan Plato (murid Aristoteles) membuat devenisi mengenai dampak dan pengaruh musik terhadap manusia dan keduanya berpendapat yang berbeda. Plato mengungkapkan bahwa yang menyebabkan musik dapat mempengaruhi jiwa manusia adalah liriknya dan Aris toteles mengungkapkan bahwa iramanya, ini mengungkapkan bahwa musik sangatlah besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.

Sering kali kita banyak tuntutan, seringkali kita banyak komentar dan seringkali kita banyak alasan, hal ini mungkin timbul dalam benak pemusik dan jemaat, dikatakan demikian oleh karena buramnya titik temu dari permasalahan yang ada yang ditutupi dengan vaktor “pelayanan” semata, apakah ini membawa kesejahteraan, kedamayan hati dan pikiran mereka apakah kita telah berfungsi sebagai garam dan terang…?

Nah.. yang saya mau katakan di sini adalah bahwa salah satu penyebab dari masalah diatas adalah kurangnya perhatian/appresiasi jemaat terhadap musik dan pemusik dalam gereja dan juga ada anggapan bahwa tampa musikpun ibadah bisa berlangsung, Oleh karena itulah rata-rata dari para pemusik tidak total melayani disebuah gereja oleh karena mereka melayani tidak hanya di satu gereja melainkan di beberapa gereja atau bahkan mengambil jalan lain diluar lingkingan gereja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Ada banyak contoh disekitar kita mengenai para pelayan dibidang musik yang mengalami hal tersebut.

Kurangya apresiasi gereja terhadap faktor kesejahteraan tersebut juga dapat menimbulkan kurangnya minat, semangat kaula muda dan orang tua yang untuk memberikan kesempatan mempelajari musik. Adapun orang tua yang memberikan kesempatan kepada sang anak namun semata-mata hanya untuk sekerdar bisa memainkan alat musik, permasalahan lainya yang banyak terjadi adalah gereja memberikan kepada anak yang baru belajar bermusik untuk mengiringi jemaat dalam ibadah hari minggu, bukan bermaksud untuk menghalangi namun sebenarnya belum waktunya sianak tersebut mengiringi jemaat dalam ibadah, setiap orang, setiap manusia semuanya melalui proses yang panjang.

Orang tua dalam hal ini juga memiliki pengaruh yang sangat besar sebagai motifator dan pendukung dana kepada anak, namun rata-rata dari orang tua menyarankan anaknya memilih jurusan yang lebih berpotensi untuk meningkatkan masa depan yang lebih cerah misalnya menjadi dokter, pegawai negeri dll, ya… tidak salah jika orang tua menyarankan hal tersebut kepada anaknya oleh karena setiap orang tua memiliki tanggung jawab dan setiap arang tua juga menginginkan anaknya memiliki kehidipan yang sejahtra.

Jika kita berbicara mengenai hal ini didalam gereja memang sangatlah sensitive apalagi kalau berbicara mengenai “uang”!! ya… saya raksa kita tidak usah muafik deh…. dan menutup-nutupinya dengan “pelayanan” saya mencoba mengajak kita semua untuk terbukan dan jujur bahwa Setiap orang bekerja untuk mencari uang setiap orang membutuhkannya dan setiap orang menginginkan kehidupan yang layak, kesemuanya ini adalah sebahagian dari tuntutan hidup oleh karena kita berada dan hidup didunia nyata.

Alkitab memeng tidak menyebutkan namun alkitab dengan jelas memberikan perhatian secara khusus terhadap musik, Raja Daut misalnya adalah seorang tokoh dalam alkitab yang begitu perhatian kepada musik….

Alkitab menceritakan Yesus makan perjamuan paskah bersama murid-murid dan mereka menyanyikan puji-pujian kepada Allah.
Demikan juga dengan Paulus dan Silas mereka menyanyikan pujian kepada Tuhan sewaktu mereka berada dalam penjara.

Pengalaman raja Saul dan Daud membuktikan bahwa musik memiliki suatu kekuatan untuk mempengaruhi manusia. Dunia juga sudah menemukan kekuatan pengaruh musik terhadap manusia dengan munculnya berbagai artikel-artikel mengenai dampak dan pengaruh musik terhadap manusia.

Johan S. Bach menggambarkan pandangan relijiusnya melalui musik. belia menggambarkan sebuah peristiwa yang di mana dalam karyanya yang berjudul “Durch Adams Fall” (peristiwa jatuhnya adam kedalam dosa), Johan S. Bach menggambarkan ular dengan membelokkan suara dalam, dan peristiwa jatuhnya manusia dengan melompatkan nada turun ke bas. J.S Bach menciptakan karya besar di setiap musik barok. Kehebatan banyaknya jumblah karya Bach menunjukkan betapa menonjolnya musik instrumental pada masa baroq, ini diketahui oleh para composer di generasi berikutnya yang menyatakan demikian. dikatakan demikian oleh karena semasa Bach hidup karyanya dianggap terlalu berat, kompleks dan poliponik sehingga pada masanya Johan Sebastian Bach sama sekali tidak dianggap sebagai composer ternama

Pekembangan musik barat sangat berkaitan dengan musik gereja khususnya, karena sampai waktu itu gereja merupakan penyokong utama seluruh kesenian barat, (khususnya di bidang musik) itu disebabkan oleh karena pada waktu itu gereja merupakan pusat dari peradaban budaya (musik) barat.

dengan penuh harapan dan kerendahan hati tampa melihat latar belakang, marilah seluruh umat kristiani, agar kita betul-betul diperhatikan musik dalam gereja yang adalah sebagai sarana penghubung ibadah kita kepada Tuhan.


Harapan saya, Jika gereja memikirkan hal ini dan memberikan perhatian khusus kepada musik maka dengan demikian gereja akan mencari orang-orang yang memiliki kemampuan, keahlian dan pengangalam dibidangnya sehingga dengan demikian gereja juga tanggung jawab atas kehidupan dan kesejahterahan mereka dan keluarga mereka.

Berikanlah yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan Allah saja. Salam sejahtera ......

thank's
GBU

Tidak ada komentar: